Senin, 21 Januari 2013

KEBIJAKAN UMUM
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
KOMISARIAT FT USU
PERIODE 2012-2013

 
       
          Dalam menjalankan usaha-usahanya HMI selalu mengarah kepada tujuannya sehingg arah dan konsistensi dari usaha-usaha tersebut akan tetap terjaga, namun dalam tingkatan komisariat tentu punya hal-hal yang lebih khusus yang ingin dicapai, yang tentunya tidak bertentangan dengan tujuan HMI, demi mewadahi hal-hal khusus tersebut HMI FT-USU memiliki sebuah kebijakan umum yang menjadi pedoman HMI FT USU dalam melakukan usaha-usahanya. Adapun yang menjadi kebijakan umum HMI Komisariat FT-USU periode 2012-2013 adalah :

1.      Peningkatan pemahaman dan implementasi nilai-nilai keislaman dalam setiap aktifitas anggota HMI Komisariat FT-USU.

   HMI merupakan sebuah organisasi yang berazaskan islam. Artinya, setiap aktifitas HMI harus tetap berada dalam koridor islam. Oleh sebab itu, setiap anggota HMI harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai keislaman serta mengimplementasikannya dalam setiap aktifitas agar mampu menjadi uswatun hasanah.
   Namun, persoalan yang sering muncul ( di lingkungan FT-USU ) adalah ketika islam yang disadari sebagai sebuah sistem yang menjadi landasan gerak HMI, ternyata nilai-nilai keislaman tersebut kurang dijadikan sebagai sebuah kesadaran yang tertanam dalam diri para anggota. Akibatnya ajaran islam tidak dapat diaplikasikan secara utuh, sehingga suasana keislaman masih kurang terlihat di tataran HMI Komisariat FT-USU. Untuk itu langkah awal yang harus dilakukan adalah upaya menginternalisasikan ajaran islam kepada para anggota sehingga islam tersebut bisa menjadi sebuah karakter yang benar-benar melekat dalam diri para anggota HMI Komisariat FT-USU.

2.   Optimalisasi pola rekrutmen dan pembinaan yang sistematis dan terarah serta terstandarisasi dalam format pembinaan anggota HMI Komisariat FT-USU.

               Eksistensi komisariat dalam aktifitas HMI adalah sebagai wadah perekrutan dan pembinaan. Untuk itu, sudah seyogyanya seluruh aktifitas HMI Komisariat FT-USU adalah dalam rangka proses perekrutan dan pembinaan para anggotanya. Menyadari pentingnya melakukan proses perekrutan dan pembinaan secara baik dan sistematis dalam rangka membentuk kader yang militan dan mampu menjalankan amanah organisasi, maka dipandang perlu untuk mengoptimalkan proses perekrutan dan pembinaan. Sebab, kegagalan dalam proses pembinaan anggota akan mengakibatkan rusaknya seluruh proses yang berjalan di HMI.
Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam proses pembinaan dan prekrutan adalah kurangnya aktifitas HMI Komisariat FT-USU dalam menarik anggotanya untuk direkrut dan dibina maka dari itu dalam seluruh perosesnya prekrutan dan pembinaan sebaiknya bersifat menyenagkan sehingga mampu meningkatkan motifasi anggota untuk dibina ataupun membina.

3.   Modernisasi organisasi dalam rangka peningkatan efektifitas kerja dan profesionalisme keorganisasian

               Dalam menjalankan kinerjanya, HMI sebagai sebuah organisasi tentunya memiliki sebuah mekanisme organisasi yang benar-benar diperhatikan dalam aktifitasnya. Namun prubahan zaman yang cukup pesat terkadang membuat beberapa mekanisme tersebut mencadi sulit untuk dilaksanakan belum lagi kurangnya kemampuan anggota HMI Komisariat FT-USU dalam memahami mekanisme organisasi dapat menyebabkan dampak yang cukup riskan, yaitu ketidak pahaman dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, perlu dilakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka melakukan pengembangan dan menambah pemahaman tentang mekanisme organisasi secara menyeluruh kepada anggotanya. Sehingga, dalam pelaksanaan kerja menjadi lebih efektif dan tentunya tidak terjadi kesalahan dalam menjalankan mekanisme organisasi. Kemudian, pengaplikasian pemahaman yang diterima dalam menjalankan kinerja organisasi akan mampu menciptakan profesionalisme organisasi.

 
4.      Aktualisasi nilai-nilai intelektual dan keteknikan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota HMI Komisariat FT-USU.

HMI sebagai organisasi mahasiswa, tentunya harus mengedepankan nilai-nilai akademis guna menyongsong era globalisasi dan kompetensi dalam rangka mewujudkan insan akademis yang merupakan bagian dari tujuan HMI.
               HMI Komisariat FT-USU yang beraktifitas di lingkungan Fakultas Teknik, diharapkan mampu mengaktualisasikan dan menerapkan nilai-nilai keteknikan dalam aktifitas sehari-hari guna meningkatkan profesionalisme anggota dibidangnya. Untuk itu, maka perlu diadakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan anggota di bidang keteknikan, baik secara teoritis maupun secara praktis.

5.    Optimalisasi pemberdayaan dan pengembangan potensi dan sumber daya yang dimilik oleh HMI Komisariat FT USU.
               
               Dalam rangka menghasilkan kader yang benar-benar berkualitas sebagai produk dari proses yang dijalani di HMI, maka sudah selayaknya seluruh potensi dan sumber daya yang ada harus benar-benar dioptimalkan dan dikembangkan. Namun, yang disayangkan ternyata potensi dan sumber daya tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal, walaupun potensi yang cukup besar tersebut sudah ada dan dimiliki oleh HMI Komisariat FT-USU. Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya dengan tujuan mengoptimalkan pemberdayaan dan pengembangan potensi dan sumber daya yang dimiliki HMI Komisariat FT-USU.
               Dengan optimalisasi pemanfaatan dan pengembangan seluruh sumber daya yang ada, maka proses yang dilakukan dan dijalani anggota akan lebih maksimal, serta kualitas anggota yang dihasilkan akan lebih baik. Sehingga, pada akhirnya peran dan posisi HMI Komisariat FT-USU menjadi sangat penting dan strategis.


6.            Membangun semangat pergerakan dalam mewujudkan eksistensi HMI Komisariat FT-USU di tataran kampus, yang terumuskan dalam format pewarnaan kehidupan kampus dan format distribusi kader.

               Mengingat HMI sebagai sebuah organisasi perjuangan, maka sudah seharusnya para kader HMI, khususnya di komisariat FT-USU meningkatkan semangat pergerakan, membangun sikap kritis, progresif dan sensitif dalam segala hal. HMI Komisariat FT-USU harus mampu merespons dan menyikapi segala kebijakan yang ada, terutama yang menyangkut kepentingan umat dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan dalam rangka membuktikan bahwa HMI Komisariat FT-USU merupakan organisasi yang memperjuangkan kepentingan bersama. Sehingga, HMI Komisariat FT-USU diperhitungkan dalam segala hal dan mampu menjadi pelopor yang terdepan terhadap perubahan di lingkungan kampus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar